Mengetahui Perbedaan Asuransi, Tabungan, dan Arisan

Wave-Goodbye-to-the-Worries-of-Earning-Extra-Money-Online

Konsep menabung sudah dikenal orang sejak lama. Bahkan anak SD pun sudah diajarkan untuk rajin menabung. Pepatah terkenal mengatakan  bahwa “Rajin Menabung Pangkal Kaya”.

Saya sendiri sudah dibiasakan untuk menabung sejak mulai diberikan uang saku. Awalnya memang terasa berat. Anak kecil mana yang tidak suka jajan? Namun seiring waktu, pelan-pelan saya jadi senang menabung.

Tidak berhenti di sana. Saya juga mengajak teman-teman saya untuk rajin menabung. Ketika SD sampai SMP, saya menjadi “bank” bagi teman-teman saya. Mereka menyisihkan sebagian uang jajan mereka pada saya. Kemudian saya memberikan sebuah “buku tabungan” sebagai bukti tabungan mereka.

Ketika itu teman-teman yang ikut menabung cukup banyak. Kurang lebih ¾ teman-teman di kelas mempercayakan uang tabungannya.

Itu adalah salah satu pengalaman unik dan berkesan di memori masa kecil saya.

Saat ini, saya sedang kembali mengulang masa-masa itu. Masa di mana saya mempunyai nasabah yang mempercayakan uangnya pada saya.

Bedanya, saat ini saya bukan berperan sebagai “bank” biasa. Saya adalah “bank” ajaib yang punya banyak kelebihan daripada “bank” biasa.

Sebab saat ini saya adalah seorang agen asuransi Prudential.

Saya mengistilahkan asuransi sebagai “bank” ajaib. Konsepnya memang mirip seperti menabung. Namun asuransi bukanlah tabungan. Asuransi dan tabungan adalah dua hal yang berbeda.

Saat seseorang menabung 1 juta setiap bulan, maka ia perlu 1000 bulan atau 83 tahun agar tabungannya bisa mencapai 1 miliar. Namun saat seseorang berasuransi 1 juta per bulan, maka hanya dalam waktu 4 bulan dia bisa mendapatkan uang 1 miliar.

Kok bisa ?

Itulah ajaibnya asuransi. Ketika saya menabung, saya menggunakan kekuatan finansial saya sendiri. Namun ketika saya berasuransi, saya menggabungkan kekuatan finansial banyak orang.

Analoginya mirip dengan arisan. Pernahkah kita bertanya, mengapa kita baru setor uang arisan 1 juta sebulan selama 3 bulan, lalu kita bisa mendapatkan uang 12 juta di bulan keempat? Jawabannya tentu kita sudah tahu. Uang 12 juta itu adalah uang hasil kumpulan peserta arisan.

Asuransi sangat mirip dengan arisan.

Jika paling banyak peserta arisan mungkin hanya puluhan atau belasan, peserta asuransi bisa mencapai ribuan, puluhan ribu, bahkan ratusan ribu. Makanya tidak heran kalau uang yang didapat dari asuransi (uang pertanggungan) bisa sangat besar. Jauh melebihi uang yang telah disetorkan.

Selain perbedaan dari segi jumlah peserta, asuransi dan arisan juga berbeda dari segi periode program. Mungkin paling lama program arisan hanya berjalan 2 tahun. Itu dengan asumsi jumlah pesertanya ada 24 orang dan arisan dikocok sebulan sekali. Di sisi lain, periode program asuransi  biasanya berjalan antara 10 tahun sampai 15 tahun.

Kebanyakan orang enggan untuk berasuransi karena periodenya sangat panjang. Padahal panjangnya periode asuransi bisa dilihat dari dua sisi :

  1. Semakin panjang periode asuransi, artinya semakin lama seseorang mendapatkan proteksi atau perlindungan.
  2. Semakin panjang periode asuransi artinya semakin besar nilai “simpanan” yang bisa diambil di kemudian hari

Kasus kedua bisa terjadi jika orang tersebut memiliki asuransi unit link dengan porsi investasi yang cukup.

Ketika seseorang mengikuti arisan, tentu ia tidak tahu kapan ia akan mendapat uang arisannya.  Dan ia juga tidak bisa mengatur agar dia mendapatkan uang arisan di kocokan pertama. Ketika ternyata dia bisa mengaturnya, terjadi ketidakadilan di sana.

Tuhan itu maha adil. Semua orang diberikan kesempatan yang sama untuk sakit. Tidak pandang usia ataupun jenis kelamin.

Dalam konteks asuransi, ada sebagian orang yang ingin berasuransi hanya ketika ia jatuh sakit. Itu ibarat orang yang hanya mau menyetor uang arisan saat ia tahu namanya akan keluar bulan itu. Tidak bisa seperti itu !

Tindakan paling bijak adalah berasuransi saat masih dalam kondisi sehat. Saat semua peserta asuransi berada dalam kondisi sehat, semua orang memiliki peluang yang sama untuk sakit. Maka setiap peserta asuransi berhak untuk mendapatkan perlindungan. Di situlah letak keadilan dalam berasuransi.

Ada dua jenis asuransi, yaitu asuransi konvensional dan asuransi syariah. Apa perbedaan dari dua jenis asuransi itu ? Asuransi konvensional menggunakan akad jual beli dengan prinsip transfer risiko. Sedangkan asuransi syariah menggunakan akad tolong-menolong dengan prinsip berbagi risiko.

Dari sudut pandang Agama Islam, asuransi syariah dengan akad tolong-menolong akan memberikan pahala bagi para pesertanya. Mengapa demikian ? Karena sebagian dana asuransi dari peserta-peserta yang sehat akan digunakan untuk membantu peserta yang sakit. Kita bisa menganalogikan dana yang digunakan untuk membantu itu sebagai sedekah. Insya allah di sana ada nilai pahalanya.

Siapa yang tertarik untuk membantu orang lain dan mendapat tambahan pahala ?

Hubungi agen asuransi terdekat anda.

Untuk konsultasi asuransi secara GRATIS, anda bisa menghubungi:

Nugroho Atma Hadi (Agen Asuransi Prudential Syariah)

HP/WA: 0813-12-832-850 | Email: nugrohoatma@gmail.com | Tinggal di Bandung Timur | Melayani pembuatan asuransi di Bandung, Jabodetabek, dan Kota-Kota Se-Indonesia

Baca juga artikel-artikel berkualitas di bawah ini.

Baca Ini Untuk Mengetahui Kebutuhan Asuransi Anda

Inilah 9 Perbedaan Biaya Pada Unit-Link dengan Biaya Pada Reksadana

Mengenal Empat Kebutuhan Manusia Berdasarkan Waktu Munculnya Kebutuhan. Kebutuhan Keempat Seringkali Terlupakan

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s