Mengenal Lebih Dalam Perbedaan Asuransi Unit Link dan Asuransi Berjangka (Term Life)

insurance2012-1024x744.png

Fakta yang saya temui di lapangan, tidak semua orang cocok atau tertarik dengan asuransi terkait investasi (unit link). Hal ini wajar mengingat kemampuan finansial dan kebutuhan perlindungan setiap orang yang berbeda-beda.

Tidak semua orang tahu apa saja perbedaan antara unit link dan term life. Berangkat dari hal itu, saya membuat artikel ini. Semoga artikel ini bisa menjawab keingintahuan para pembaca.

Sebelumnya saya telah membahas secara singkat mengenai perbedaan antara unit link dan term life. Artikel tersebut bisa dibaca di sini.

Ada 7 perbedaan antara asuransi unit link dan asuransi berjangka (term life), yaitu :

1. Perbedaan dari segi jumlah premi

Di unit link, hanya ada ketentuan minimal jumlah premi setiap bulannya dan tidak ada batasan maksimal jumlah premi. Sedangkan di term life, jumlah premi sudah dikelompokkan berdasarkan plan (plan A, plan B, dan plan C) dan jenis kelamin nasabah. Nasabah tidak bisa membayar kurang atau lebih dari jumlah premi yang telah ditetapkan.

2. Perbedaan dari segi manfaat

Unit-link adalah asuransi yang paling lengkap, terdiri dari manfaat dasar dan manfaat tambahan (rider). Manfaat dasar adalah manfaat bawaan dari unit link, yaitu manfaat warisan (meninggal) dan cacat tetap total. Sedangkan manfaat tambahannya ada perlidungan terhadap sakit kritis (61 jenis penyakit), rawat inap (kesehatan), kecelakaan, dan bebas premi.

Sedangkan term life adalah asuransi dengan manfaat yang terbatas, tidak sebanyak manfaat di unit link. Di term life tidak ada istilah manfaat tambahan (rider), hanya ada manfaat dasar. Manfaat bawaan dari term life yaitu manfaat warisan (meninggal), cacat tetap total, kecelakaan, dan penyakit kritis tertentu (6 jenis penyakit). Tidak ada manfaat kesehatan di term life.

3. Perbedaan dari segi nilai uang pertanggungan

Nilai uang pertanggungan pada unit link jauh lebih besar dari nilai uang pertanggungan pada term life. Di unit link, nasabah dapat menentukan nilai uang pertanggungan sesuai dengan kebutuhannya. Sedangkan pada term life, nasabah hanya bisa memilih nilai pertanggungan sesuai dengan plan-plan yang tersedia (plan A, plan B, dan plan C)

4. Perbedaan dari segi periode pembayaran

Tidak ada ketentuan khusus mengenai periode pembayaran di unit-link. Nasabah disarankan untuk membayar minimal 10 tahun sampai 15 tahun. Tujuannya agar nilai tunai yang terbentuk sama atau bahkan melebihi jumlah uang yang telah disetorkan.

Apabila nilai tunai yang terbentuk sudah sama atau bahkan melebihi jumlah uang yang telah disetor, nasabah bisa mendapatkan perlindungan lebih lama tanpa harus menyetorkan uang lagi. Tentu dengan catatan nilai tunainya cukup untuk membayar biaya administrasi dan biaya asuransi setiap bulannya.

Sedangkan di term life, sudah ada ketentuan khusus mengenai lama periode pembayaran. Apabila nasabah baru membayar selama 5 tahun, maka nasabah baru bisa mengambil 50 % dari total uang yang telah dibayar. Namun apabila nasabah telah selama 10 tahun, nasabah bisa mengambil uang 105% dari total uang yang telah dibayar.

Dan meski nasabah tidak melakukan penyetoran lagi setelah tahun ke 10, nasabah tetap bisa menikmati perlindungan sampai tahun ke-15.

5. Perbedaan dari segi jumlah polis yang dimiliki

Di asuransi term life, satu orang nasabah hanya bisa memiliki satu polis. Sedangkan di asuransi unit link, satu orang nasabah bisa memiliki lebih dari satu polis. Dengan demikian, di unit link nasabah bisa meningkatkan jumlah nilai uang pertanggungan sesuai kebutuhan.

6. Perbedaan dari segi kesyariahan

Sejauh ini belum ada asuransi term life dengan konsep syariah. Artinya akad yang dipergunakan untuk asuransi term life adalah akad jual beli dengan konsep transfer risiko (risk transfer). Sedangkan sudah ada asuransi unit link yang menggunakan konsep syariah sejak tahun 2007. Akad yang digunakan adalah akad tolong-menolong dengan konsep berbagi risiko (risk sharing).

7. Perbedaan dari segi keuangan

Berdasarkan jumlah premi dan manfaatnya, unit link cocok untuk orang dengan penghasilan 5 juta ke atas, menginginkan perlindungan yang lengkap, dan memiliki rencana keuangan jangka panjang yang spesifik.

Sedangkan term life cocok untuk orang dengan penghasilan 5 juta ke bawah ataupun di atas itu, sudah memiliki asuransi kesehatan, dan menginginkan perlindungan terhadap jiwanya.

Unit link memungkinkan nasabahnya untuk melakukan top up sehingga dapat menikmati hasil investasi lebih besar. Sedangkan di term life tidak ada fasilitas top up.

Prudential memiliki produk asuransi term life unggulan yaitu Pru Safe Guard. Penjelasan lengkap mengenai Pru Safe Guard bisa dibaca di sini.

Hubungi agen asuransi terdekat anda.

Untuk konsultasi asuransi secara GRATIS, anda bisa menghubungi:

Nugroho Atma Hadi (Agen Asuransi Prudential Syariah)

HP/WA: 0813-12-832-850 | Email: nugrohoatma@gmail.com | Tinggal di Bandung Timur | Melayani pembuatan asuransi di Bandung, Jabodetabek, dan Kota-Kota Se-Indonesia

Baca juga artikel-artikel berkualitas di bawah ini.

Alasan Pentingnya Merencanakan Warisan Sejak Usia Muda

6 Alasan Mengapa Saya Mengambil Asuransi

2 Penyebab Utama Mengapa Polis Asuransi Jiwa Lapse. Serta 5 Konsekuensi Yang Akan Anda Terima Jika Asuransi Jiwa Anda Lapse

 

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s