Baca Ini Untuk Mengetahui Kebutuhan Asuransi Anda

pexels-photo-487272.jpg

Banyak orang anti dengan kata asuransi. Memang, asuransi identik dengan hal-hal negatif. Contohnya  dengan kehilangan, sakit, dan kematian.

Di sisi lain, orang lebih suka dengan kata perlindungan. Padahal, perlindungan mempunyai arti yang sama dengan asuransi.

Analoginya mirip dengan orang yang pergi membawa payung. Payung dibawa bukan karena orang itu mengharapkan hujan akan turun. Dia hanya berjaga-jaga seandainya hujan turun, dia bisa melindungi dirinya dari hujan.

Begitu juga dengan asuransi. Orang membeli asuransi bukan karena berharap kejadian yang tidak diinginkan akan menimpa. Asuransi dibeli hanya untuk sarana berjaga-jaga. Seandainya terjadi kejadian yang tidak diinginkan, dia dan keluarganya tetap bisa menjalani hidup dengan baik.

Ciri khas dari asuransi yaitu memberikan perlindungan terhadap :

  1. Kejadian yang tidak diinginkan
  2. Kejadian yang tidak diketahui kapan terjadinya, dan
  3. Kejadian yang membutuhkan biaya besar

Di dalam kehidupan manusia, kejadian-kejadian di atas adalah ciri khas dari Rawat inap, Sakit kritis,  Cacat tetap total, dan Meninggal (RSCM). Keempat hal itu sangat tidak diinginkan, tidak diketahui kapan terjadinya, dan membutuhkan biaya besar.

Keempat kejadian di atas (RSCM) memiliki asuransinya masing-masing dan dapat dibagi ke dalam dua kelompok. Pertama, asuransi yang memberikan uang santunan kepada nasabah atau ahli waris. Asuransi yang masuk kategori ini adalah asuransi jiwa, asuransi cacat tetap total, dan asuransi sakit kritis. Kedua, asuransi yang membayarkan biaya pengobatan. Asuransi yang masuk kategori ini adalah asuransi rawat inap atau asuransi kesehatan.

Dari keempat asuransi tersebut, asuransi yang mendapat prioritas pertama adalah asuransi rawat inap (kesehatan). Kemudian dilanjutkan dengan asuransi sakit kritis, asuransi cacat tetap total, dan asuransi jiwa.

Biaya rawat inap berbeda-beda antara satu rumah sakit dengan rumah sakit lainnya. Di rumah sakit yang sama pun, biaya rawat inap bisa berbeda untuk kelas yang berbeda. Kelas paling rendah di rumah sakit adalah kelas 3. Kemudian naik ke kelas 2, 1, VIP, dan VVIP.

Jika beruntung sudah memiliki BPJS Kesehatan dan rumah sakit itu menerima pasien BPJS, anda tidak perlu mengeluarkan biaya lagi.  Namun jika tidak punya BPJS Kesehatan, siap-siap saja untuk mengeluarkan biaya sendiri.

Salah seorang nasabah teman saya punya pengalaman kurang enak. Dia memiliki nilai asuransi sakit kritis yang sangat besar, hampir 2 miliar rupiah. Sayangnya, dia hanya memiliki asuransi kesehatan kelas 2. Saat dia harus menjalani operasi usus buntu dan dia ingin dirawat di kelas VIP, dia masih harus membayar sendiri tambahan biaya pengobatan.

Pelajarannya di sini adalah ketahui dulu kebutuhan asuransi kesehatan kita. Cukup tanyakan kepada diri sendiri, jika sakit, kita mau dirawat di kamar kelas berapa? Mau kamar yang privat dengan kenyamanan lebih? Mau dibayarkan semua biaya pengobatannya?

Jika iya, anda perlu mengambil asuransi kesehatan minimal kelas VIP.

Setelah kebutuhan asuransi kesehatan terpenuhi, anda bisa mulai menentukan kebutuhan asuransi sakit kritis anda. Fungsi dari asuransi sakit kritis adalah mengganti penghasilan yang hilang apabila risiko sakit kritis datang.

Seperti yang kita ketahui, apabila risiko sakit kritis datang, hampir dapat dipastikan seseorang akan kehilangan pekerjaan dan penghasilan. Padahal biaya hidup untuk diri sendiri dan keluarga tetap berjalan. Untuk itu diperlukan sekali sejumlah uang untuk membiayai hidup diri sendiri dan keluarga.

Empat sakit kritis yang umum adalah jantung, kanker, stroke, dan ginjal. Tidak sedikit orang yang terkena keempat penyakit ini harus menjual rumah atau kendaraan yang dimiliki. Mengapa sampai demikian? Ini terjadi karena biaya pengobatan untuk sakit kritis yang sangat mahal.

Untuk sakit jantung,  biaya pasang satu ring di tahun 2016 sudah sekitar 75 juta rupiah sampai 100 juta rupiah. Dengan biaya-biaya lain, total dana yang dikeluarkan bisa sampai 1 miliar rupiah.

Biaya sakit kanker bervariasi tergantung organ tubuh mana yang diserang. Semakin vital organ yang diserang, biaya pengobatan sakit kanker akan semakin mahal.

Cacat tetap total ditunjukan dengan kehilangan kemampuan untuk melakukan kegiatan harian dasar,  seperti makan, berganti pakaian, atau ke kamar kecil. Jika terkena cacat tetap total, hampir dapat dipastikan penghasilan seseorang akan hilang.

Allah swt memberikan kita umur yang terbatas. Rata-rata harapan hidup orang Indonesia sekitar 60  tahun sampai 80 tahun. Jika saatnya sudah tiba, kita akan kembali kepada-Nya.

Ada beberapa cara jalan kembali  kita kepada Allah Swt. Salah satunya melalui sakit dan kecelakaan.

Sebagian orang ada yang tidak melewati fase sakit ataupun kecelakaan. Mereka langsung menghadap-Nya dengan kondisi sehat.

Pertanyaannya, berapa banyak orang yang seperti itu?

Jika melewati fase sakit dan kecelakaan terlebih dahulu, tentu ada biaya yang harus ditanggung. Setelah meninggal pun, keluarga yang ditinggalkan masih harus menanggung biaya.

Misalnya untuk pemakaman dan tahlilan bagi yang beragama Islam. Belum lagi untuk yang ditinggalkan. Jika yang meninggal adalah pencari nafkah, bagaimana dengan kehidupan orang yang ditinggalkan setelahnya?

Untuk asuransi kesehatan, Prudential memiliki produk yang bernama Pru Hospital & Surgical Plus (Pru HS Plus).  Asuransi kesehatan ini terdiri dari 8 kelas yang memiliki plafon yang berbeda-beda.

Sedangkan untuk asuransi sakit kritis, Prudential memiliki dua jenis produk, Crisis Cover Benefit (CCB) dan Early Stage Crisis Cover (ESCC). Perbedaan dari kedua produk itu adalah CCB memberikan proteksi sakit kritis hanya pada stadium akhir. Sedangkan ESCC memberikan proteksi sakit kritis dari stadium awal hingga stadium akhir.

Artinya, CCB hanya akan memberikan uang santunan apabila seseorang menderita sakit kritis stadium akhir. Sedangkan ESCC memberikan 50 % dari uang santunan total saat nasabah menderita sakit kritis stadium awal. Sisanya akan diberikan saat nasabah menderita sakit kritis stadium akhir.

Asuransi jiwa dan asuransi cacat tetap total sudah satu paket di Prudential. Misalnya, seseorang punya asuransi jiwa senilai 1 Milyar, orang itu juga punya asuransi cacat tetap total dengan nilai yang sama.

Jika salah satu asuransi itu sudah diklaim, maka asuransi yang lain akan hangus.

Dari keempat asuransi di atas, manakah yang menjadi kebutuhan asuransi anda?

Baik yang sudah ataupun belum tahu, bisa tanya-tanya saya untuk konsultasi gratis

Nugroho Atma Hadi

Your Trusted Financial Advisor

Whatsapp & Phone : 085695848493

 

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s