Mengenal Empat Kebutuhan Manusia Berdasarkan Waktu Munculnya Kebutuhan. Kebutuhan Keempat Seringkali Terlupakan

PicsArt_12-22-02.19.44.jpg

Manusia identik dengan kebutuhan. Anda setuju?

Dari awal kita lahir, kita sudah memiliki kebutuhan. Dari segi kebutuhan lahir, seorang bayi butuh ASI. Sedangkan dari segi kebutuhan batin, seorang bayi butuh kasih sayang dan perlindungan.

Semakin kita dewasa, kebutuhan kita akan semakin banyak.

Adakah yang semakin dewasa kebutuhannya semakin sedikit?

Mungkin hampir tidak ada.

Berdasarkan waktu munculnya kebutuhan, ada empat jenis kebutuhan manusia :

  1. Kebutuhan yang muncul di masa lalu dan berlanjut ke masa sekarang dan masa depan
  2. Kebutuhan yang muncul di masa sekarang
  3. Kebutuhan yang akan muncul di masa depan
  4. Kebutuhan yang belum diketahui kapan munculnya (masa sekarang atau masa depan)

Mari kita bahas empat kebutuhan itu satu per satu

1. Kebutuhan yang muncul di masa lalu dan berlanjut ke masa sekarang dan masa depan

PicsArt_12-22-02.22.40.jpg

Kebutuhan apa ini? Mungkin anda sedikit bingung membacanya. Kok kebutuhan bisa jangka panjang seperti itu..

Coba anda bayangkan. Saat ini anda dan keluarga butuh tempat tinggal. Anda belum punya uang untuk membeli rumah secara tunai.

Apa yang akan anda lakukan?

Pinjam uang ke bank?

Binggo!

Meminjam uang atau berutang adalah penyebab timbulnya kebutuhan ini.

Anda butuh uang besar untuk membeli rumah di masa lalu. Lalu anda butuh menyisihkan uang setiap bulannya untuk membayar cicilan pinjaman itu.

Pada dasarnya tidak apa-apa meminjam atau berutang. Asalkan hutang yang dimiliki masih dalam batas kemampuan finansial kita.

Para perencana keuangan mengatakan, maksimal nilai hutang adalah sebesar 30 % dari penghasilan kita. Lebih kecil dari itu lebih baik. Lebih besar dari itu ada risiko gagal bayar hutang di masa depan.

2. Kebutuhan yang muncul di masa sekarang

PicsArt_12-22-02.18.05.jpg

Ini adalah kebutuhan rutin kita setiap hari. Mencakup kebutuhan untuk makan, minum, transportasi, pulsa telepon, dan lain-lain.

Apa kebutuhan harian anda?

Kebutuhan harian setiap orang mungkin berbeda-beda, tergantung dari keadaan finansial orang tersebut. Semakin tinggi keadaan finansial seseorang biasanya kebutuhannya akan semakin banyak.

Kebutuhan jenis ini khususnya untuk makan, minum, dan pakaian mendapat prioritas lebih tinggi daripada kebutuhan pertama.

Menurut para perencana keuangan, pemenuhan kebutuhan ini sebaiknya maksimal 40 % dari total penghasilan kita.

3. Kebutuhan yang akan muncul di masa depan

PicsArt_12-22-02.28.09.jpg

Kebutuhan jenis ini belum muncul di saat sekarang. Namun kita tahu bahwa di masa depan kebutuhan ini akan muncul. Contohnya adalah kebutuhan untuk dana pendidikan anak dan dana pensiun.

Umumnya dua kebutuhan itu belum disadari oleh sebagian orang. Hanya segelintir orang yang sudah sadar akan pentingnya kebutuhan itu.

Misalnya untuk dana pendidikan anak. Sebagian orang belum terbiasa untuk menyisihkan sebagian penghasilan untuk dana pendidikan anak di masa depan.

Mereka bukannya tidak mampu menyisihkan uangnya. Namun mereka menganggap bahwa kebutuhan itu bisa dipersiapkan nanti pada waktunya saja. Padahal mereka tahu bahwa biaya pendidikan anak semakin tinggi dari tahun ke tahun.

Mengenai dana pensiun. Kebanyakan orang akan mengalami penurunan penghasilan pada saat pensiun. Meski penghasilan menurun, seringkali gaya hidup tidak ikut menurun.

Untuk itulah diperlukan persiapan dana pensiun. Dana ini diperlukan untuk mengakomodasi gaya hidup kita pada saat masa pensiun nanti.

Bagaimana dengan anda?

Sudahkah anda sadari kebutuhan untuk mempersiapkan dana pendidikan anak dan dana pensiun?

Menurut para perencana keuangan, alokasi ideal untuk kebutuhan ini adalah sekitar 20 % – 30 % dari penghasilan. Besarnya alokasi ini tergantung dari kemampuan kita untuk mengelola kebutuhan yang muncul di masa lalu (baca:hutang) dan kebutuhan yang muncul di masa sekarang (baca:kebutuhan konsumtif).

 4. Kebutuhan yang belum diketahui kapan munculnya

PicsArt_12-22-02.27.33.jpg

Ini adalah kebutuhan yang muncul secara tiba-tiba dan punya potensi untuk mengacaukan perencanaan keuangan yang telah dibuat. Contohnya adalah kebutuhan untuk biaya pengobatan karena sakit, biaya untuk pengobatan karena kecelakaan, dan kehilangan penghasilan baik karena cacat ataupun karena meninggal dunia.

Kita tidak pernah tahu kapan kita akan sakit. Itu adalah rahasia yang hanya diketahui oleh Tuhan YME. Namun yakinlah bahwa tidak selamanya manusia itu akan sehat.

Suatu saat manusia bisa dikasih ujian dalam bentuk sakit. Bisa sakit ringan seperti batuk atau flu. Dan bisa sakit berat seperti terkena kanker atau stroke.

Sakit itu tidak memandang usia. Tua ataupun muda bisa jatuh sakit. Sakit juga tidak memandang gemar berolahraga atau tidak. Ada juga orang yang gemar berolahraga namun jatuh sakit.

Kecelakaan pun sama. Itu adalah rahasia-Nya. Kecelakaan bisa datang tiba-tiba. Mungkin kita sudah berhati-hati. Namun ketidakhati-hatian orang lain juga dapat menyebabkan kita celaka.

Dan kecelakaan itu sendiri pun bisa menimbulkan biaya. Kecelakaan ringan seperti memar dan luka saja butuh biaya untuk membeli obat. Apalagi kecelakaan berat. Butuh biaya besar untuk pengobatan dan rawat inap di rumah sakit.

Ketidaktahuan kita terhadap munculnya kebutuhan jenis ini membuat kita sebaiknya memiliki persiapan. Salah satu persiapan yang bisa dilakukan adalah dengan berasuransi. Menurut para perencana keuangan, alokasi ideal untuk asuransi adalah 10 % – 15 % dari penghasilan.

Anda setuju dengan saya?

Cara Mempersiapkan Kebutuhan No.4

PicsArt_12-22-02.30.35.jpg

Ada dua cara untuk mempersiapkan kebutuhan ini. Cara pertama adalah mempersiapkan secara mandiri. Kita sisihkan saja sebagian uang kita untuk dana darurat. Bisa disimpan di rumah ataupun di simpan. Sederhana.

Namun cara ini memiliki kekurangan. Uang yang bisa kita pakai untuk kebutuhan darurat hanya uang sejumlah simpanan kita saja.

Bagaimana kalau kebutuhan darurat kita lebih besar dari uang simpanan kita?

Mungkin anda bisa pinjam uang ke saudara atau teman.

Cara kedua adalah dengan berasuransi. Ini adalah cara yang paling bijaksana. Jumlah uang yang disisihkan sama. Namun jika suatu saat kita butuh dana darurat, uang yang tersedia bisa jauh lebih besar daripada total uang yang telah kita sisihkan.

Lebih menguntungkan bukan?

Kebutuhan dana darurat no.4 ini ditujukan untuk memenuhi apabila risiko RSCM terjadi. RSCM adalah kependekan dari rawat inap, sakit kritis, cacat tetap total, dan meninggal dunia.

1. Untuk risiko rawat inap, produk asuransi kesehatan Prudential ada dua macam.

Produk pertama adalah rider  Hospital and  Surgical (HS) plus. Nasabah yang memiliki rider ini akan mendapatkan kartu Pru HS. Manfaat kartu ini yaitu pembayaran biaya rawat inap, obat, operasi, kunjungan dokter, dan lain-lain.

Produk kedua adalah Pru Med. Dengan produk ini, nasabah mendapatkan manfaat penggantian biaya rawat inap dan operasi (sistem reimburse).

 Untuk risiko sakit kritis, produk asuransi sakit kritis Prudential ada dua jenis.

2. Pertama adalah produk yang memberikan proteksi untuk sakit kritis hanya pada stadium akhir. Contoh produknya adalah Crisis Cover (CC) dan Crisis Cover Benefit (CCB).

 Kedua adalah produk yang memberikan proteksi untuk sakit kritis mulai dari stadium awal, menengah, dan akhir. Contoh produknya adalah Early Stage Crisis Cover (ESCC).

3. Untuk risiko cacat tetap total dan meninggal dunia, produknya adalah Pru Link Assurance Account. Dengan satu produk, nasabah memiliki nilai manfaat cacat tetap total dan meninggal dunia yang sama. Selain itu, nasabah dapat memperbesar manfaat meninggal dunia dengan mengambil rider Link Term.

Sudah siapkan anda berasuransi ?

Hubungi saya

Nugroho Atma Hadi

081312832850

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s